Web Video



Judul:HIKMAH !! yang mau penjarakan gus nur di palu hilang ga tau kemana
Durasi:00:04:33
Dilihat:181,740x
Diterbitkan:06 Oktober 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

HIKMAH !! yang mau penjarakan gus nur di palu hilang ga tau kemana

PRESIDIUM Rumah Juang Jokowi Poros Benhil menunjuk Farhat Abbas sebagai kuasa hukum untuk mempolisikan kembali 17 orang yang telah dilaporkan Farhat Abbas ke Bareskrim Polri dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Selain 17 nama tersebut, Presidium Rumah Juang Jokowi Poros Benhil akan terus mencari pihak-pihak yang ikut menyebarkan kebohongan Ratna Sarumpaet sehingga jumlahnya akan terus bertambah.

"Kemudian Gus Nur dan mungkin juga Ingrid Kansil. Polisi sedang bekerja, Ratna Sarumpaet sudah ditahan. Kami minta agar tidak hanya pembuat cerita tapi juga penyebarnya, para pemain sandiwara ini. 17 orang ditambah dua orang," ujar Farhat Abbas saat konferensi pers di Rumah Juang Jokowi Poros Benhil, Jumat (5/10/2018) sore.


Menurutnya, para negarawan yang seharusnya berada di tempat terhormat dinilai telah lalai dan ceroboh. Konspirasi dari kasus kebohongan Ratna Sarumpaet dianggap memang digiring dan direkayasa untuk menyerang pasangan calon nomor 1.

"Sikap diam dan bijak Pak Jokowi selama ini ada hasilnya. Tuhan membuka aib mereka untuk rakyat Indonesia. Kemarin katanya mau melaporkan Ratna Sarumpaet, tapi nggak jadi. Seharusnya mereka membela karena selama ini Ratna Sarumpaet membela mereka," tutur Farhat Abbas.

Farhat Abbas menegaskan Prabowo Subianto harus menebus kesalahannya karena telah mencoreng demokrasi Indonesia dengan tindakan yang lalai dan tergesa-gesa.

"Tidak ada alasan Pak Prabowo dibohongi, bukan anak kecil lagi. Kami juga minta Pak Prabowo mundur aja dan katakan mari kita dukung Pak Jokowi. Ini adalah kesalahan yang harus ditebus Pak Prabowo. Ancamannya 10 tahun untuk Ratna Sarumpaet dan 3 tahun untuk para penyebarnya serta 6 tahun buat Pasal 28 UU ITE," ucap Farhat Abbas.

Sekretaris Nasional Rumah Juang Jokowi Poros Benhil, Denny Agiel Prasetyo berharap agar pertarungan politik 2019 dapat berjalan dengan fair melalui cara yang benar serta menjadi ajang adu ide dan gagasan.

Hal-hal yang menyangkut hoax atau berita bohong dan fitnah serta isu-isu yang dapat mengecoh cara berpikir masyarakat tidak boleh dibiarkan. Apalagi bila kemudian tidak dilakukan suatu upaya pelurusan maka akan berdampak buruk terhadap preseden demokrasi Indonesia ke depannya.

"Oleh karena itu pada hari ini secara tegas dan lugas Poros Benhil menyatakan bahwa siapapun penyebar hoax termasuk Prabowo Subianto sekalipun harus dilakukan tindakan tegas atau diberikan sanksi agar tidak terulang lagi," kata Denny Agiel Prasetyo.

Sedangkan anggota Presidium Rumah Juang Jokowi Poros Benhil, Jufry Lumintang mengapresiasi kinerja cepat dan terukur yang telah ditunjuk institusi Polri.

"Kami berterimakasih kepada institusi Polri karena telah bergerak dengan cepat dan terukur. Sehingga dampak yang mungkin timbul dari kebohongan Ratna Sarumpaet ini dapat diantisipasi dengan baik," ucapnya.



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Farhat Abbas Akan Laporkan Ingrid Kansil dan Gus Nur Terkait Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet, http://wartakota.tribunnews.com/2018/....
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw

BAGIKAN KE TEMAN ANDA